NVIDIA GeForce RTX 5090 menempati posisi tertinggi dalam keluarga GeForce RTX 50 Series untuk desktop. Kartu grafis berbasis arsitektur Blackwell ini diperkenalkan pada Januari 2025 dengan harga awal resmi 1.999 dolar AS dan membawa perubahan besar pada jumlah CUDA core, kapasitas VRAM, bandwidth memori, kemampuan ray tracing, serta pemrosesan AI dibanding RTX 4090. NVIDIA menyebut RTX 5090 sebagai GeForce GPU terkuat yang pernah dibuat perusahaan.
Spesifikasinya memang berada jauh di atas GPU gaming biasa. RTX 5090 mempunyai 21.760 CUDA core, 32GB GDDR7, antarmuka memori 512 bit, bandwidth sekitar 1.792 GB per detik serta Total Graphics Power sebesar 575 watt. Kemampuan AI resminya mencapai 3.352 AI TOPS, sedangkan RT Core generasi keempat digunakan untuk pemrosesan ray tracing yang semakin berat.
Pada 2026, kartu ini juga memperoleh kemampuan tambahan melalui DLSS 4.5. NVIDIA telah menghadirkan Dynamic Multi Frame Generation serta mode Multi Frame Generation hingga 6X untuk GeForce RTX 50 Series, membuat RTX 5090 semakin diarahkan pada gaming resolusi sangat tinggi dengan path tracing dan monitor berkecepatan refresh tinggi.
Blackwell Membawa 92 Miliar Transistor ke RTX 5090
Jantung RTX 5090 adalah GPU GB202 berbasis arsitektur Blackwell. Tom’s Hardware mencatat chip tersebut mempunyai sekitar 92,2 miliar transistor dan menggunakan proses TSMC 4N. Di dalamnya terdapat 170 Streaming Multiprocessor, jauh lebih banyak dibanding 128 SM pada RTX 4090.
Jumlah CUDA core meningkat dari 16.384 pada RTX 4090 menjadi 21.760 pada RTX 5090. RTX 5090 juga mempunyai 680 Tensor Core dan 170 RT Core. Angka tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan Blackwell tidak hanya diarahkan pada rendering tradisional, tetapi juga komputasi AI dan pencahayaan berbasis ray tracing.
Boost clock resminya berada pada sekitar 2,41 GHz dengan base clock sekitar 2,01 GHz. Angka boost tersebut justru lebih rendah dibanding RTX 4090 yang mempunyai rating 2,52 GHz, tetapi jumlah unit pemrosesan RTX 5090 jauh lebih besar. Dalam pengujian Tom’s Hardware, clock aktual pada sejumlah beban dapat berada sekitar 2,5 sampai 2,85 GHz, bergantung pada game dan kondisi daya.
NVIDIA juga menggunakan Tensor Core generasi kelima dan RT Core generasi keempat. Tensor Core baru mendukung kemampuan FP4 yang menjadi salah satu bagian penting untuk pemrosesan AI lokal, sedangkan RT Core baru dirancang untuk teknologi seperti RTX Mega Geometry.
“Menurut penulis, RTX 5090 tidak menarik hanya karena menjadi GPU gaming tercepat. Kombinasi 32GB VRAM, bandwidth hampir 1,8 TB per detik dan kemampuan FP4 membuatnya sekaligus menjadi perangkat komputasi yang sangat kuat untuk pekerjaan di luar game.”
Memori GDDR7 32GB Memberikan Bandwidth Hampir 1,8 TB per Detik
Salah satu perbedaan terbesar antara RTX 5090 dan RTX 4090 berada pada sistem memori. RTX 4090 menggunakan GDDR6X 24GB dengan bus 384 bit, sementara RTX 5090 beralih menuju GDDR7 berkapasitas 32GB dengan bus 512 bit.
Kecepatan efektif memori RTX 5090 mencapai 28 Gbps. Kombinasi bus yang sangat lebar dengan GDDR7 menghasilkan bandwidth sekitar 1.792 GB per detik. RTX 4090 berada pada sekitar 1.008 GB per detik, sehingga peningkatan bandwidth RTX 5090 mencapai sekitar 78 persen menurut perhitungan Tom’s Hardware.
Bandwidth besar sangat berguna ketika GPU harus memindahkan data tekstur, geometri, frame buffer dan berbagai aset grafis berukuran besar. Pada resolusi 4K dengan ray tracing berat, kebutuhan perpindahan data meningkat secara signifikan.
Kapasitas 32GB juga memberikan ruang lebih luas untuk pekerjaan kreatif dan AI lokal. Model kecerdasan buatan, rendering 3D beresolusi tinggi, simulasi serta proyek video dengan aset besar dapat menggunakan VRAM dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dibanding game biasa.
Tom’s Hardware menilai kombinasi 32GB VRAM dan kemampuan FP4 sebagai salah satu alasan RTX 5090 menarik di luar gaming. Pengujian mereka menempatkan GPU ini sebagai kartu konsumen yang sangat kuat untuk beban AI.
Gaming 4K Menjadi Tempat RTX 5090 Menunjukkan Kekuatan Sebenarnya
Memasang RTX 5090 untuk bermain game pada 1080p sering kali membuat performa dibatasi prosesor sebelum seluruh kemampuan GPU dapat digunakan. Bahkan pada 1440p, sejumlah permainan dapat mencapai batas CPU ketika dipasangkan dengan kartu secepat ini.
Resolusi 4K menjadi wilayah yang lebih sesuai karena GPU harus memproses jumlah piksel jauh lebih besar. Pada beban tersebut, selisih dengan RTX 4090 mulai terlihat lebih jelas.
Dalam pengujian Tom’s Hardware menggunakan Black Myth: Wukong pada 4K dengan ray tracing penuh dan Quality upscaling, RTX 4090 menghasilkan sekitar 48 FPS, sedangkan RTX 5090 mencapai sekitar 62 FPS. Perbedaannya berada di kisaran 31 persen.
Pengujian Cyberpunk 2077 pada 4K menggunakan RT Overdrive dan Quality upscaling menghasilkan RTX 4090 sekitar 43 FPS, sementara RTX 5090 berada di sekitar 59 FPS. Hasil tersebut memberikan keunggulan sekitar 37 persen bagi RTX 5090 pada pengaturan yang sangat berat.
Pada Indiana Jones and the Great Circle dengan full ray tracing di 4K, RTX 5090 mencapai sekitar 102 FPS dibanding RTX 4090 sekitar 81 FPS.
Angka tersebut menunjukkan bahwa peningkatan performa raster dan ray tracing nyata tidak selalu mencapai dua kali lipat dibanding RTX 4090. Klaim hingga dua kali lebih cepat dari NVIDIA bergantung pada game dan penggunaan teknologi DLSS serta Multi Frame Generation.
DLSS 4.5 Mengubah Cara Melihat Angka FPS RTX 5090
RTX 5090 diluncurkan bersama DLSS 4, tetapi pada 2026 NVIDIA meningkatkannya menjadi DLSS 4.5. Pembaruan tersebut membawa model transformer generasi kedua untuk Super Resolution, Dynamic Multi Frame Generation serta mode Multi Frame Generation 6X pada GeForce RTX 50 Series.
Multi Frame Generation bekerja dengan membuat frame tambahan menggunakan AI di antara frame yang dirender secara tradisional. Pada mode 6X, sistem dapat menghasilkan lima frame tambahan untuk setiap satu frame yang dirender GPU.
Dynamic Multi Frame Generation kemudian menyesuaikan jumlah frame tambahan berdasarkan kebutuhan. Sistem dapat menaikkan atau menurunkan multiplier agar frame rate mendekati target monitor tanpa selalu menjalankan multiplier maksimum.
NVIDIA menyatakan perpindahan dari mode 4X menuju 6X dapat meningkatkan frame rate 4K pada game dengan path tracing hingga sekitar 35 persen dalam kondisi yang diuji perusahaan. Teknologi tersebut terutama ditujukan untuk layar 4K dengan refresh rate 240Hz serta monitor berkecepatan tinggi lainnya.
Namun frame hasil AI tidak sama dengan peningkatan frame render asli. Tom’s Hardware menemukan pada Cyberpunk 2077 bahwa RTX 5090 dengan Multi Frame Generation dapat menunjukkan angka FPS jauh lebih tinggi, tetapi latency tetap berubah ketika multiplier dinaikkan. Dalam pengujian tersebut, latency RTX 5090 berada sekitar 40 ms tanpa MFG, 47 ms dengan 2X, 50 ms dengan 3X dan 53 ms pada 4X.
Karena itu, angka 200 atau 300 FPS dengan Multi Frame Generation perlu dibaca berbeda dari 200 atau 300 FPS yang semuanya dirender secara tradisional oleh GPU.
Path Tracing Menjadi Alasan GPU Sekuat RTX 5090 Tetap Dibutuhkan
Ray tracing tradisional hanya menghitung sejumlah efek menggunakan sinar virtual, sedangkan path tracing mencoba menerapkan simulasi pencahayaan yang jauh lebih menyeluruh.
Teknik tersebut dapat digunakan untuk pantulan, bayangan, pencahayaan tidak langsung serta interaksi cahaya lain secara lebih konsisten. Beban komputasinya sangat tinggi, bahkan untuk GPU kelas atas.
NVIDIA menggunakan RT Core generasi keempat pada Blackwell sekaligus menggabungkannya dengan neural rendering. Perusahaan juga memperkenalkan RTX Mega Geometry untuk meningkatkan kemampuan ray tracing pada lingkungan dengan jumlah geometri yang sangat besar.
RTX 5090 memperlihatkan mengapa teknologi seperti DLSS tetap diperlukan meskipun GPU mempunyai lebih dari 21 ribu CUDA core. Dalam Cyberpunk 2077 menggunakan path tracing pada 4K, pengujian Tom’s Hardware masih memperlihatkan RTX 5090 berada sekitar 59 FPS ketika memakai Quality upscaling tanpa Multi Frame Generation.
Itu berarti rendering paling berat masih mampu menghabiskan hampir seluruh kemampuan kartu grafis konsumen tercepat sekalipun.
Konsumsi Daya 575 Watt Menuntut Power Supply Kelas Tinggi
Tenaga komputasi RTX 5090 datang bersama konsumsi daya yang sangat besar. NVIDIA menetapkan Total Graphics Power sebesar 575 watt untuk Founders Edition. Sebagai perbandingan, RTX 4090 mempunyai rating sekitar 450 watt.
Kenaikan 125 watt tersebut membuat pemilihan power supply tidak dapat dianggap sepele. Sistem RTX 5090 juga biasanya dipasangkan dengan prosesor kelas atas yang dapat mengonsumsi daya cukup besar ketika bekerja penuh.
NVIDIA merekomendasikan sistem dengan power supply sekitar 1.000 watt untuk RTX 5090 Founders Edition, meskipun kebutuhan nyata tetap bergantung pada konfigurasi komponen lain. Kartu menggunakan konektor daya berkapasitas tinggi untuk memasok kebutuhan tersebut.
Pengguna juga perlu memperhatikan kemampuan jalur listrik PSU, kualitas kabel serta pemasangan konektor yang benar. Pada sistem dengan CPU kelas atas, banyak kipas, storage dan perangkat tambahan, ruang daya yang cukup membantu PSU tidak terus menerus beroperasi terlalu dekat dengan batas maksimum.
Panas 575 watt juga harus dikeluarkan dari casing. Karena itu, airflow menjadi bagian penting ketika merakit PC dengan RTX 5090. Kartu dapat mempunyai pendingin yang baik, tetapi udara panas tetap perlu dikeluarkan dari ruang sistem.
Founders Edition Mengejutkan karena Hanya Menggunakan Dua Slot
Salah satu bagian paling menarik dari RTX 5090 Founders Edition adalah ukuran pendinginnya. NVIDIA berhasil membuat kartu flagship ini dalam desain dua slot, sesuatu yang cukup mengejutkan mengingat konsumsi dayanya mencapai 575 watt.
The Verge berhasil memasang RTX 5090 Founders Edition pada PC small form factor berkapasitas sekitar 12,7 liter, walaupun konektor daya tetap membutuhkan perhatian khusus terhadap ruang di sisi kartu.
Desain Founders Edition menggunakan sistem pendinginan yang berbeda dibanding banyak kartu partner. Sementara model NVIDIA relatif ramping, produsen seperti ASUS, MSI, Gigabyte, ZOTAC dan lainnya menawarkan RTX 5090 dengan heatsink yang jauh lebih tebal, termasuk desain tiga hingga empat slot.
Ukuran besar pada kartu partner memberikan ruang lebih luas untuk heatsink, kipas dan konfigurasi factory overclock. Sebaliknya, Founders Edition mempunyai keuntungan bagi pengguna yang membutuhkan kartu lebih tipis.
Sebelum membeli model RTX 5090 apa pun, panjang kartu, tinggi, ketebalan serta ruang untuk kabel daya tetap harus diperiksa. Dua kartu yang sama sama menggunakan GPU RTX 5090 dapat mempunyai ukuran fisik yang sangat berbeda.
DisplayPort 2.1 Membuka Ruang untuk Monitor Resolusi Tinggi
RTX 5090 hadir dengan koneksi display generasi baru yang dirancang untuk monitor beresolusi serta refresh rate tinggi. Kartu mendukung DisplayPort 2.1b dan HDMI pada Founders Edition, memberikan bandwidth yang jauh lebih besar dibanding standar display generasi lama.
Kemampuan tersebut menjadi relevan karena monitor 4K dengan refresh rate 240Hz mulai menjadi sasaran pengguna GPU kelas flagship.
DLSS 4.5 juga semakin diarahkan pada penggunaan layar berkecepatan sangat tinggi. NVIDIA menyebut mode Dynamic Multi Frame Generation dan 6X dapat membantu mengisi monitor 240Hz atau lebih pada game yang mendukungnya.
Tentu kemampuan konektor menampilkan resolusi dan refresh rate tertentu tidak berarti semua permainan dapat mencapai frame rate tersebut secara native. Beban game, ray tracing, kualitas grafis, CPU dan penggunaan DLSS tetap menentukan hasil akhirnya.
RTX 5090 Bukan Hanya GPU untuk Bermain Game
VRAM 32GB membuat RTX 5090 sangat menarik bagi kreator yang bekerja dengan aplikasi 3D, video resolusi tinggi serta komputasi GPU.
NVIDIA menyediakan Tensor Core generasi kelima dengan kemampuan FP4 dan total komputasi AI sekitar 3.352 TOPS. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan aplikasi generative AI, pemrosesan gambar, video serta inference model AI lokal.
NVIDIA juga memasang NVENC generasi kesembilan pada keluarga Blackwell. Encoder tersebut digunakan untuk mempercepat pekerjaan video pada aplikasi seperti DaVinci Resolve dan Adobe Premiere.
Kapasitas VRAM mempunyai peran besar pada pekerjaan semacam ini. Render 3D kompleks dapat menggunakan tekstur dan geometri dalam jumlah besar. Model AI lokal juga membutuhkan VRAM untuk menyimpan bobot model serta data selama proses inference.
Ketika kebutuhan memori melewati kapasitas GPU, sistem harus memindahkan sebagian data menuju RAM utama atau menggunakan kompromi lain yang dapat mengurangi kecepatan. Ruang 32GB memberikan RTX 5090 keunggulan besar dibanding GPU dengan VRAM 16GB atau 24GB.
AI Lokal Menjadi Kegunaan RTX 5090 yang Semakin Serius
NVIDIA semakin aktif menempatkan GeForce RTX sebagai platform untuk menjalankan AI langsung di PC. Halaman resmi RTX 5090 mempromosikan penggunaan aplikasi seperti LM Studio, AnythingLLM serta berbagai workflow generative AI yang dapat dijalankan secara lokal.
Menjalankan model secara lokal memberikan keleluasaan karena proses komputasi dapat berlangsung pada perangkat pengguna tanpa setiap permintaan harus dikirim ke server eksternal. Kecepatan sangat bergantung pada model, quantization, software serta konfigurasi yang dipakai.
Dukungan FP4 pada Blackwell juga menjadi bagian penting. Format presisi lebih rendah dapat mengurangi kebutuhan memori serta mempercepat sejumlah beban AI apabila model dan aplikasinya mendukung teknik tersebut.
Tom’s Hardware mencatat RTX 5090 menawarkan sekitar 3,4 PetaFLOPS komputasi FP4 dan menilai kemampuan itu memberikan posisi sangat kuat bagi kartu konsumen dalam pekerjaan AI.
Bagi pengguna yang hanya bermain game, kemampuan sebesar itu mungkin tidak pernah digunakan sepenuhnya. Untuk peneliti independen, pengembang AI, seniman digital atau pengguna yang menjalankan model lokal berukuran besar, 32GB GDDR7 dapat menjadi alasan yang jauh lebih kuat dibanding sekadar mengejar FPS tertinggi.
“Menurut penulis, pembeli RTX 5090 yang paling dapat memanfaatkan harganya bukan hanya pemain 4K, tetapi pengguna yang menggabungkan gaming, rendering, video dan AI sehingga 32GB VRAM benar benar digunakan.”
Harga 1.999 Dolar AS Menempatkannya di Wilayah Pengguna Enthusiast
Harga awal resmi RTX 5090 ditetapkan NVIDIA sebesar 1.999 dolar AS ketika diperkenalkan. Angka tersebut 400 dolar lebih tinggi daripada harga peluncuran RTX 4090 yang berada di 1.599 dolar AS.
Harga kartu partner dapat berada lebih tinggi karena sistem pendingin, factory overclock, desain PCB dan fitur tambahan berbeda. Harga pasar juga dapat berubah mengikuti ketersediaan dan kondisi distribusi.
Untuk gaming murni, RTX 5090 jelas bukan produk yang mengejar rasio harga terhadap FPS terbaik. Tom’s Hardware sendiri menyebut harga dan konsumsi dayanya sebagai kekurangan utama, walaupun kartu tersebut tetap menjadi GPU tercepat dalam sebagian besar pengujian mereka.
Pengguna monitor 1080p biasa juga akan kesulitan memanfaatkan seluruh kemampuan perangkat. RTX 5090 jauh lebih sesuai untuk sistem 4K kelas tinggi, monitor refresh rate tinggi, ray tracing maksimal, produksi profesional atau pekerjaan AI.
RTX 4090 Masih Memberikan Gambaran Seberapa Besar Peningkatan Generasi Baru
Membandingkan RTX 5090 dengan RTX 4090 memperlihatkan perubahan Blackwell dengan cukup jelas. Jumlah shader naik dari 16.384 menjadi 21.760. VRAM meningkat dari 24GB menjadi 32GB. Bus memori berubah dari 384 bit menjadi 512 bit, sementara bandwidth melonjak dari sekitar 1.008 menjadi 1.792 GB per detik.
Namun peningkatan tersebut dibayar melalui penggunaan daya lebih tinggi. RTX 4090 mempunyai rating 450 watt, sementara RTX 5090 mencapai 575 watt. Harga peluncurannya juga meningkat dari 1.599 menjadi 1.999 dolar AS.
Pada gaming tanpa Multi Frame Generation, selisih performa biasanya jauh lebih rendah daripada klaim hingga dua kali lipat yang sering terlihat pada materi peluncuran. Contoh pengujian 4K dengan ray tracing berat menunjukkan keunggulan sekitar 31 sampai 37 persen pada beberapa judul.
DLSS 4 dan kemudian DLSS 4.5 memperlebar angka FPS yang dapat ditampilkan RTX 5090, terutama melalui Multi Frame Generation. NVIDIA pada Maret 2026 memperluas teknologi tersebut dengan Dynamic Multi Frame Generation dan mode 6X, membuat kartu yang awalnya sudah sangat cepat mendapat kemampuan tambahan tanpa mengganti perangkat keras.
Perkembangan itu membuat RTX 5090 pada Agustus 2026 menjadi perangkat yang berbeda dibanding saat pertama diluncurkan pada Januari 2025. GPU fisiknya tetap sama, tetapi perangkat lunak RTX terus menambah pilihan untuk memanfaatkan Tensor Core Blackwell dalam game dengan path tracing, monitor 4K berkecepatan tinggi, rendering kreatif dan pekerjaan AI lokal.






