Penjualan iPhone Melonjak 21 Persen, Apple Kantongi Rp979 Triliun

Teknologi44 Views

Penjualan iPhone Melonjak 21 Persen, Apple Kantongi Rp979 Triliun Apple kembali menunjukkan bahwa iPhone masih menjadi mesin pendapatan terpenting perusahaan. Dalam laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2026, penjualan iPhone mencapai 54,25 miliar dolar AS, meningkat 21,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai itu setara sekitar Rp979 triliun apabila dihitung menggunakan kurs sekitar Rp18.050 per dolar AS. Angka rupiah dapat berubah mengikuti pergerakan nilai tukar, tetapi perhitungannya memberi gambaran mengenai besarnya uang yang diperoleh Apple hanya dari satu kelompok produk dalam waktu tiga bulan.

Kinerja iPhone membantu Apple mencetak pendapatan kuartalan sebesar 109,42 miliar dolar AS. Pendapatan perusahaan naik lebih dari 16 persen dibandingkan 94,04 miliar dolar AS pada kuartal yang sama tahun lalu. Apple menyebut hasil tersebut sebagai pencapaian terbaik perusahaan untuk kuartal Juni.

Rp979 Triliun Berasal dari Penjualan iPhone

Angka Rp979 triliun dalam pemberitaan tidak menunjukkan seluruh pendapatan Apple. Nilai tersebut merupakan perkiraan konversi pendapatan iPhone yang mencapai 54,25 miliar dolar AS.

Laporan keuangan Apple mencatat pendapatan iPhone pada kuartal Juni 2025 sebesar 44,58 miliar dolar AS. Dalam satu tahun, nilainya bertambah hampir 9,67 miliar dolar AS. Pertumbuhannya mencapai 21,7 persen dan melampaui perkiraan analis sebesar 53,86 miliar dolar AS.

Kurs rupiah terhadap dolar AS bergerak di sekitar Rp18.000 pada akhir Juli 2026. Bank Indonesia mencatat JISDOR sebesar Rp17.995 pada 27 Juli dan Rp18.088 pada 28 Juli. Karena itu, hasil konversi pendapatan iPhone dapat berada sedikit di bawah atau di atas Rp979 triliun, tergantung kurs yang dipakai.

Sebagai perbandingan, seluruh pendapatan Apple sebesar 109,42 miliar dolar AS setara hampir Rp1.975 triliun dengan kurs Rp18.050. Artinya, iPhone menyumbang sekitar 49,6 persen dari pendapatan perusahaan selama kuartal tersebut.

“Angka Rp979 triliun memperlihatkan bahwa iPhone bukan sekadar produk unggulan Apple. Ponsel tersebut masih menjadi pusat kekuatan bisnis perusahaan, meskipun layanan digital terus berkembang.”

Kuartal Juni Terbaik dalam Sejarah Apple

Apple mencatat pendapatan total 109,42 miliar dolar AS untuk tiga bulan yang berakhir pada 27 Juni 2026. Angka tersebut meningkat 16,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan sedikit melampaui perkiraan pasar sebesar 109 miliar dolar AS.

Laba bersih perusahaan mencapai 29,79 miliar dolar AS, naik sekitar 27 persen dari 23,43 miliar dolar AS. Jika dikonversi menggunakan kurs yang sama, laba bersih tersebut setara sekitar Rp538 triliun. Laba per saham terdilusi meningkat dari 1,57 dolar AS menjadi 2,02 dolar AS.

CEO Apple Tim Cook menyebut hasil itu sebagai kuartal Juni terkuat dalam sejarah perusahaan. Pertumbuhan dua digit tercatat pada iPhone, Mac, dan Services, serta pada seluruh wilayah geografis yang dilaporkan Apple.

Pendapatan produk Apple, yang meliputi iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, AirPods, perangkat rumah, dan aksesori, mencapai 78,68 miliar dolar AS. Sementara itu, layanan digital menghasilkan 30,74 miliar dolar AS.

iPhone Mencetak Rekor untuk Kuartal Ketiga

Penjualan iPhone sebesar 54,25 miliar dolar AS menjadi rekor tertinggi Apple untuk kuartal ketiga tahun fiskal. Periode April sampai Juni biasanya bukan musim penjualan terkuat karena konsumen mulai menunggu peluncuran generasi baru pada September.

Keadaan kali ini berbeda. Permintaan terhadap lini iPhone yang sedang beredar tetap kuat meskipun jadwal peluncuran berikutnya semakin dekat. Apple juga belum menaikkan harga iPhone ketika sejumlah produk elektronik lain mulai mengalami penyesuaian akibat kenaikan biaya komponen.

Reuters melaporkan kelangkaan cip memori telah mendorong Apple menaikkan harga sejumlah Mac dan iPad. Harga iPhone masih dipertahankan, sehingga sebagian konsumen diduga mempercepat pembelian karena khawatir penyesuaian akan dilakukan pada generasi berikutnya.

Analis TECHnalysis Research Bob O’Donnell menilai lonjakan pembelian dapat berkaitan dengan kekhawatiran mengenai kenaikan harga. Pertanyaan besarnya adalah apakah permintaan tersebut dapat bertahan setelah Apple mengumumkan perangkat dan kebijakan harga berikutnya.

Harga yang Tidak Naik Menjadi Kekuatan Penjualan

Keputusan mempertahankan harga iPhone memberi Apple keuntungan ketika konsumen menghadapi kenaikan harga perangkat elektronik. Pembeli yang memang telah merencanakan penggantian ponsel memperoleh alasan untuk melakukan transaksi sebelum ada perubahan.

Apple dapat mempertahankan harga karena mempunyai kendali kuat terhadap rantai produksi, desain cip, perangkat lunak, distribusi, serta pemasaran. Skala penjualan yang besar juga memberi perusahaan posisi tawar tinggi terhadap pemasok.

Namun, kemampuan tersebut tidak berarti biaya Apple tidak meningkat. Industri elektronik sedang menghadapi persaingan memperoleh cip memori dan kapasitas produksi semikonduktor canggih. Pembangunan pusat data kecerdasan buatan menyerap banyak komponen yang juga dibutuhkan untuk komputer dan telepon pintar.

Tim Cook mengatakan perusahaan sedang menghadapi keterbatasan pasokan yang cukup besar. Apple menilai berbagai pilihan pemasok memori alternatif karena keluwesan rantai pasok tidak cukup untuk memenuhi permintaan produk yang lebih tinggi dari perkiraan.

Mac Tumbuh Lebih Cepat daripada iPhone

Walaupun iPhone menghasilkan pendapatan terbesar, Mac mencatat laju pertumbuhan yang lebih tinggi. Penjualan komputer Apple naik 28,7 persen menjadi 10,35 miliar dolar AS, dari 8,05 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.

Pencapaian Mac melampaui perkiraan analis sebesar 8,74 miliar dolar AS. Permintaan didorong oleh MacBook kelas awal dan MacBook Pro kelas atas, meskipun perusahaan telah melakukan penyesuaian harga pada sejumlah perangkat.

Mac menyumbang sekitar 9,5 persen dari seluruh pendapatan Apple pada kuartal tersebut. Nilainya memang jauh lebih kecil dibandingkan iPhone, tetapi pertumbuhan hampir 29 persen membantu memperkuat penjualan perangkat keras perusahaan.

Peningkatan penjualan juga menunjukkan bahwa komputer pribadi masih mempunyai peranan besar di tengah popularitas telepon pintar dan tablet. Apple menghubungkan Mac dengan ekosistem iPhone melalui iCloud, AirDrop, iMessage, panggilan, pengelolaan kata sandi, dan perpindahan pekerjaan antarlayar.

iPad Justru Mengalami Penurunan

Tidak seluruh kelompok produk Apple mencatat pertumbuhan. Pendapatan iPad turun 5,9 persen menjadi 6,19 miliar dolar AS, dari 6,58 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Hasil tersebut juga berada di bawah perkiraan analis sebesar 6,92 miliar dolar AS.

Tim Cook menjelaskan perbandingan tahunan menjadi berat karena Apple meluncurkan iPad A16 dengan harga lebih terjangkau pada periode sebelumnya. Peluncuran itu meningkatkan basis penjualan, sehingga hasil tahun ini terlihat lebih rendah.

Siklus penggantian tablet juga lebih panjang dibandingkan telepon pintar. Banyak pengguna mempertahankan iPad selama beberapa tahun karena perangkat lama masih cukup untuk menonton video, mengikuti rapat, belajar, dan menjalankan aplikasi sehari hari.

iPad hanya menyumbang sekitar 5,7 persen dari pendapatan kuartalan Apple. Meski demikian, produk tersebut tetap penting sebagai penghubung antara iPhone dan Mac, terutama bagi pengguna pendidikan, kreator, pekerja lapangan, dan keluarga.

Wearables dan Aksesori Tumbuh Lebih Lambat

Kelompok Wearables, Home and Accessories menghasilkan pendapatan 7,88 miliar dolar AS. Nilainya naik dari 7,40 miliar dolar AS pada tahun lalu, atau tumbuh sekitar 6,5 persen.

Kelompok ini mencakup Apple Watch, AirPods, perangkat rumah, serta berbagai aksesori. Pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan iPhone, Mac, dan Services, tetapi tetap memberi pemasukan besar dengan memanfaatkan pengguna perangkat Apple yang sudah ada.

Apple Watch dan AirPods bekerja sangat dekat dengan iPhone. Semakin besar jumlah pengguna iPhone, semakin luas pula calon pembeli aksesori yang dirancang khusus untuk ekosistem tersebut.

Model bisnis semacam ini membuat satu pembelian dapat membuka transaksi berikutnya. Pengguna iPhone dapat membeli jam tangan, earphone, penyimpanan iCloud, layanan musik, garansi tambahan, aplikasi, dan perangkat komputer.

Services Menghasilkan Lebih dari Rp554 Triliun

Layanan digital menjadi sumber pendapatan terbesar kedua setelah iPhone. Services menghasilkan 30,74 miliar dolar AS, meningkat 12,1 persen dibandingkan 27,42 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Nilainya setara sekitar Rp555 triliun dengan kurs Rp18.050.

Kelompok ini meliputi App Store, iCloud, Apple Music, Apple TV, AppleCare, layanan pembayaran, iklan, dan berbagai langganan. Berbeda dari perangkat keras yang harus diproduksi serta dikirim, layanan dapat dijual berulang kepada basis pengguna yang sama.

Walaupun mencetak rekor untuk kuartal Juni, pendapatan Services masih berada di bawah perkiraan analis sebesar 31,22 miliar dolar AS. Pertumbuhannya juga dinilai mulai melambat dibandingkan laju penjualan iPhone.

CFO Apple Kevan Parekh mengatakan pendapatan gim seluler di App Store menghadapi tekanan. Perubahan aturan di sejumlah negara dan perselisihan hukum di Amerika Serikat memungkinkan pengembang mengarahkan pengguna ke metode pembayaran di luar sistem Apple.

App Store Menghadapi Tekanan Regulasi

Bisnis Services menawarkan margin tinggi, tetapi menghadapi pemeriksaan ketat dari regulator dan pengadilan. Uni Eropa mewajibkan Apple membuka ruang bagi toko aplikasi alternatif, sedangkan putusan dalam perselisihan dengan Epic Games memberi pengembang di Amerika Serikat lebih banyak kebebasan menawarkan pembayaran eksternal.

Perubahan itu dapat mengurangi komisi yang diterima Apple dari pembelian aplikasi dan transaksi digital. Pengguna masih dapat memakai App Store, tetapi pengembang mempunyai jalur tambahan untuk memperoleh pembayaran tanpa seluruh proses melewati sistem Apple.

Bagi investor, pertumbuhan Services sangat penting karena bisnis ini menghasilkan pendapatan berulang. Perlambatan di sektor tersebut dapat menjadi perhatian meskipun penjualan iPhone sedang tumbuh tinggi.

Analis D.A. Davidson Gil Luria menilai investor dapat khawatir apabila Services melambat ketika penjualan iPhone tumbuh lebih dari 20 persen. Saat penjualan ponsel kembali ke tingkat yang lebih normal, pertumbuhan layanan juga dapat menghadapi tekanan lebih besar.

China Kembali Memberi Pertumbuhan Besar

Pendapatan Apple di wilayah Greater China mencapai 18,82 miliar dolar AS, naik 22,4 persen dari 15,37 miliar dolar AS. Wilayah tersebut mencakup China daratan, Hong Kong, dan Taiwan dalam pelaporan Apple.

Pertumbuhan itu menunjukkan perbaikan kuat setelah Apple menghadapi persaingan dari merek lokal. Produsen China terus menawarkan ponsel premium dengan kamera canggih, baterai besar, fitur kecerdasan buatan, dan harga yang agresif.

Meski meningkat lebih dari 22 persen, pendapatan Greater China masih berada di bawah perkiraan analis sebesar 19,67 miliar dolar AS. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan Apple belum sepenuhnya memenuhi harapan pasar.

Amerika tetap menjadi wilayah terbesar dengan pendapatan 45,78 miliar dolar AS. Eropa menghasilkan 29,40 miliar dolar AS, Jepang 6,55 miliar dolar AS, sedangkan wilayah Asia Pasifik lainnya menyumbang 8,87 miliar dolar AS. Seluruh kawasan mencatat pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Margin Apple Terdorong Pengembalian Tarif

Margin kotor Apple mencapai 50,1 persen, jauh di atas 46,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh pendapatan tersisa setelah biaya langsung produk dan layanan diperhitungkan.

Namun, sekitar dua poin persentase dari margin itu berasal dari pengembalian tarif oleh pemerintah Amerika Serikat. Tanpa keuntungan tersebut, margin Apple berada di sekitar 48,1 persen, masih sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 47,92 persen.

Pengembalian tarif juga menyumbang sekitar 11 sen terhadap laba per saham. Tanpa tambahan tersebut, hasil Apple masih melampaui perkiraan Wall Street, tetapi selisihnya menjadi lebih kecil.

Keuntungan semacam itu tidak selalu berulang pada kuartal berikutnya. Apple harus kembali mengandalkan pertumbuhan penjualan, pengendalian biaya, komposisi produk mahal, serta pendapatan layanan untuk mempertahankan keuntungan.

“Hasil kuartal ini sangat kuat, tetapi sebagian kenaikan margin berasal dari faktor yang tidak dapat dijadikan sumber keuntungan tetap. Kekuatan utama Apple tetap berada pada volume iPhone dan kemampuan menjual layanan kepada penggunanya.”

Belanja Riset Naik Tajam

Apple mengeluarkan 11,73 miliar dolar AS untuk penelitian dan pengembangan selama kuartal tersebut. Nilainya naik lebih dari 32 persen dibandingkan 8,87 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan belanja memperlihatkan investasi besar pada cip, perangkat lunak, kecerdasan buatan, kamera, kesehatan, layanan, dan kategori perangkat baru. Apple selama ini mengembangkan banyak komponen sendiri agar produk dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

Belanja penjualan, umum, dan administrasi mencapai 7,35 miliar dolar AS. Setelah seluruh biaya operasi diperhitungkan, laba operasi perusahaan berada di angka 35,70 miliar dolar AS.

Model Apple berbeda dari perusahaan teknologi yang mengeluarkan biaya sangat besar untuk membangun pusat data kecerdasan buatan. Perusahaan lebih banyak mengandalkan cip internal, pemrosesan pada perangkat, serta kemitraan untuk sebagian layanan komputasi.

Apple Menghasilkan Arus Kas yang Sangat Besar

Selama sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026, Apple menghasilkan arus kas operasi sebesar 117 miliar dolar AS. Pada periode yang sama, perusahaan mencatat laba bersih 101,46 miliar dolar AS.

Apple menggunakan 62,09 miliar dolar AS untuk membeli kembali saham selama sembilan bulan tersebut. Perusahaan juga membayar dividen dan kewajiban setara dividen sebesar 11,78 miliar dolar AS.

Pada akhir Juni, Apple mempunyai kas dan setara kas sebesar 39,54 miliar dolar AS. Perusahaan juga menyimpan surat berharga jangka pendek senilai 22,86 miliar dolar AS dan surat berharga jangka panjang sebesar 84,12 miliar dolar AS.

Dewan direksi menetapkan dividen tunai sebesar 0,27 dolar AS per saham yang akan dibayarkan pada 13 Agustus 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 10 Agustus.

Pasokan Cip Menjadi Hambatan Kuartal Berikutnya

Kinerja kuat belum membuat Apple bebas dari persoalan. Perusahaan memperkirakan pendapatan pada kuartal September hanya tumbuh sekitar 9 sampai 11 persen, lebih rendah dari perkiraan Wall Street sebesar 12 persen.

Pendapatan iPhone diperkirakan tumbuh pada kisaran belasan persen menengah. Pasar sebelumnya mengharapkan pertumbuhan sekitar 17,6 persen, sehingga proyeksi Apple dinilai kurang kuat.

Keterbatasan pasokan semikonduktor canggih menjadi alasan utama. Cip Apple membutuhkan teknologi produksi mutakhir yang kapasitasnya juga diperebutkan oleh perusahaan kecerdasan buatan, pusat data, dan produsen perangkat elektronik lain.

Persediaan Apple meningkat dari 5,72 miliar dolar AS pada akhir September 2025 menjadi 11,09 miliar dolar AS pada akhir Juni 2026. Peningkatan tersebut dapat mencerminkan persiapan menghadapi penjualan tinggi sekaligus kebutuhan mengamankan komponen.

Harga iPhone Berikutnya Menjadi Perhatian

Apple belum mengumumkan apakah harga generasi iPhone berikutnya akan naik. Perusahaan telah menyesuaikan harga Mac dan iPad ketika biaya memori meningkat, sedangkan iPhone masih dipertahankan.

Kenaikan harga dapat membantu menutup biaya produksi dan menjaga margin. Namun, kebijakan tersebut juga dapat membuat konsumen menunda pembelian, memilih model lama, menggunakan program cicilan, atau beralih kepada merek lain.

Penjualan iPhone sebesar Rp979 triliun pada kuartal Juni memberi Apple ruang yang besar untuk menentukan strategi. Perusahaan dapat menjaga harga demi volume atau menaikkannya untuk mempertahankan keuntungan per unit.

Keputusan itu akan diuji ketika siklus produk baru dimulai. Apple harus menyeimbangkan biaya cip, memori, tarif, persaingan di China, permintaan perangkat premium, dan harapan pengguna terhadap peningkatan perangkat.

Hasil kuartal Juni telah menunjukkan bahwa permintaan iPhone tetap sangat kuat meskipun perangkat tersebut telah berada di penghujung siklus penjualan tahunan. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan ketika biaya produksi meningkat, Services melambat, serta konsumen menunggu perubahan harga pada peluncuran berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *