Umi Pipik Curhat Baru Tahu Dipoligami Uje

Mengaku kepada Umi Pipik, yang mengetahui tentang poligami setelah kematian suaminya

umi-pipik-curhat

Delapan tahun setelah kematian suaminya, Ustaz bercerita kepada Jefri Al Buchori atau Uje, Pipik Dian Irawati atau yang dikenal Umi Pipik tentang kehidupan rumah tangganya.

Rupanya Umi Pipik mengaku baru mengetahui soal poligami suaminya. Wanita kelahiran 26 November 1977 itu mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara di kanal YouTube Venna Melinda.

Apalagi publik, keluarga ibu Abidzar baru mengetahuinya setelah kematian Uje pada 2013.

“Bahkan keluarga besarku, kalau aku minta maaf, Uje, poligami macam-macam, mungkin setahun setelah aku memberitahunya saat dia meninggal,” Umi Pipik mengudara.

Pengakuan ini mengejutkan keluarganya. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah mengharapkan Uje untuk menikah lagi.

“Dan mereka berkata, ‘Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku?’ Karena itu saya, apa yang harus saya lakukan? Kita yang menjalaninya, bukan orang lain,” aku Pipik Dian Irawati.

Menurut Umi Pipik, ada beberapa hal yang tidak perlu diketahui banyak orang tentang pernikahan mereka dengan Uje.

Seperti salah satunya, tentang poligami yang berjalan dalam keluarga.

Menurutnya, Pipik Dian Irrawati juga menyiratkan poligami tidak membuatnya bahagia.

“Ya sebisa mungkin, orang lain (tahu) yang senang,” katanya di saluran YouTube Venna Melinda.

Pada kesempatan yang sama, Pipik Dian Irawati juga menyatakan bahwa dirinya merasa tidak nyaman dengan kabar bahwa Uje telah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan.

Dia tidak merasa cukup siap ketika suaminya meninggalkannya untuk membesarkan empat anak sendirian.

“Saya dulu di rumah bersama anak-anak saya selama hampir 24 jam. Kalau mau kerja jadi host, enggak bisa sama dia,” kenang Umi Pipik.

“Ketika dia meninggal, saya belum siap. Anak saya masih kecil, kenapa diculik? Di mana saya harus mencari nafkah? “Dia menambahkan.

Saat merasa bingung dan bimbang, Umi Pipik seolah mendapat tamparan keras dari sang anak.

Saat itulah anak keduanya, Adiba, yang berusia 13 tahun, mencoba menyadarkan ibunya.

“Sampai akhirnya Adiba berbisik kepadaku dengan kata-kata: ‘Benarkah jika Umi terus seperti ini, Abi bisa hidup lagi?’ Rasanya seperti mendapat tamparan,” kata Pipik.

“Kok dia bisa berpikiran seperti itu? Saya berumur 10 tahun, ibu saya meninggal, saya tidak bisa berpikir seperti itu. Saya marah kepada Tuhan, tidak sekuat yang satu ini (Adiba),” pungkasnya.

Sumber :