Apa itu dompet elektronik? Cara kerjanya, contoh, kelebihan dan kekurangannya!

Dunia financial technology (fintech) memang sedang berkembang. Dan e-wallet merupakan salah satu produk fintech yang paling banyak digunakan.

Apa itu dompet elektronik? Cara kerjanya, contoh, kelebihan dan kekurangannya!

Anda juga pengguna e-wallet, bukan? Atau masih bingung membedakan e-money dan e-wallet?

Apa-itu-dompet-elektronik-Cara-kerjanya-contoh-kelebihan-dan-kekurangannya!

Nah, pada artikel ini Anda akan menemukan penjelasan lengkap tentang apa itu e-wallet, cara kerja e-wallet, dan contoh aplikasi e-wallet di Indonesia.

Jangan khawatir, kami juga akan membahas kelebihan dan kekurangan eWallet untuk Anda pertimbangkan saat menggunakannya!

Siap? mari kita lihat lebih lanjut

Apa itu dompet elektronik?

E-wallet adalah layanan dompet digital untuk menarik dana, melakukan pembayaran secara elektronik dan mencatat setiap transaksi yang dilakukan.

Dompet digital berupa aplikasi yang memudahkan Anda bertransaksi lebih cepat baik offline maupun online. Penggunaannya tentu lebih sesuai dengan perkembangan bisnis online saat ini.

Sama pentingnya, e-wallet memiliki kemampuan untuk mencatat setiap transaksi. Mulai dari saldo masuk atau keluar, jumlah transaksi yang dilakukan, hingga detail transaksi yang dilakukan.

Semua kelebihan tersebut tentunya tidak terdapat pada dompet fisik. Mereka harus mengarahkan uang fisik, hanya dapat berdagang di dealer offline, dan harus melacak sendiri pengeluaran secara manual.

Karena itu, penggunaan e-wallet semakin meningkat. Apalagi setelah e-wallet dinyatakan sebagai sistem pembayaran yang sah di Indonesia untuk mendukung sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar.

Hal ini mengakibatkan banyak startup fintech dengan penawaran menarik dan fitur yang beragam. Kami akan membahasnya dalam contoh dompet elektronik.
Perbedaan antara e-wallet dan e-money

Jika Anda menganggap e-wallet sebagai e-money, Anda perlu melihat perbedaan keduanya berikut ini:
1. Berbasis chip vs. berbasis server

Ewallet adalah dompet digital berbasis aplikasi, sehingga semua data yang dikelola membutuhkan peran server. Singkatnya, e-wallet berbasis server.

E-money, di sisi lain, berfokus pada fungsinya sebagai alat pembayaran berbasis chip pada kartu yang dikeluarkan oleh penyedia layanan.

Karena eMoney berbasis chip, ia tidak menyimpan informasi pengenal pribadi dan transaksi pengguna. Tak heran jika e-money dapat dipindahtangankan dan umumnya digunakan untuk pembayaran offline seperti tol, kereta api, Transjakarta, SPBU, dan lain-lain.
tingkat keamanan 2
Ilustrasi keamanan dompet elektronik

Dari segi keamanan, e-wallet lebih aman karena didukung oleh perlindungan fitur keamanan aplikasi yang berlapis dan dapat ditingkatkan. Misalnya otentikasi multi faktor dimulai dengan email, kata sandi, nomor telepon, OTP dan sebagainya.

Ada juga fase verifikasi pengguna selama transaksi, yang biasanya berupa PIN, sidik jari, dll. Oleh karena itu, tidak semua orang dapat melakukan transaksi tanpa akses ke aplikasi eWallet.

Sedangkan e-money lebih berisiko dari segi keamanan karena transaksinya tidak memerlukan verifikasi khusus. Jadi jika kartu Anda hilang, siapa pun bisa menggunakan dana yang ada di dalamnya untuk melakukan transaksi.
3. Pengisian

Untuk meningkatkan jumlah uang yang disimpan, e-wallet menawarkan berbagai metode top-up. Mulai dari transfer bank, transfer antar pengguna e-wallet, merchant dan lainnya.

Ada lebih sedikit pilihan dalam hal memuat uang. Saldo e-money harus diisi ulang oleh penyedia layanan yang bersangkutan. Umumnya oleh lembaga perbankan.
4. Batas Kredit

Ewallet menawarkan batas deposit yang besar. Bahkan dengan e-wallet tertentu bisa mencapai Rp 10.000.000! Sementara itu, batas saldo maksimum Rp2.000.000 telah ditetapkan untuk e-money oleh Bank Indonesia.
5. Pendaftaran

eWallet hanya dapat digunakan setelah pengguna mendaftar layanan dengan data pribadi yang lengkap dan valid. Ini adalah perlindungan keamanan oleh penyedia layanan untuk mencegah penyalahgunaan aplikasi e-wallet.

Anda tidak perlu mendaftar untuk Emoney. Bahkan, kartu e-money dijual gratis di minimarket. Siapapun dapat dengan mudah memiliki kartu e-money tanpa batasan jumlah.
6. Segmentasi Pengguna
Segmentasi Pengguna E-Wallet

Faktanya, segmentasi pengguna e-wallet lebih terbatas daripada uang. Karena untuk menggunakan e-wallet Anda memerlukan ponsel untuk menginstal aplikasi. Selain itu, proses pendaftaran dengan data yang valid harus dilakukan.

eMoney kini dapat digunakan oleh siapa saja, sehingga segmentasi pengguna menjadi lebih luas. Bahkan, mereka yang tidak memiliki ponsel atau data identitas terdaftar dapat menggunakannya.
Seperti fungsi e-wallet

LIHAT JUGA :

jasa penulis artikel murah